FISIP UNIJA Lakukan Edukasi Pencegahan Perkawinan Anak di Pondok Pesantren Al Anwar Putri

Foto: Dokumentasi FISIP

Madura, Sumenep — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Wiraraja, melakukan pengabdian edukasi pencegahan perkawinan anak di Pondok Pesantren Al Anwar putri.

Tujuan dari pengabdian ini yaitu memberikan pengetahuan tentang dampak perkawinan anak, juga untuk meminimalisir adanya perkawinan anak di lingkungan Pondok Pesantren Al Anwar.

Edukasi yang dilakukan oleh Dr. Rillia Aisyah Haris, M.AP, Ida Syafriani, S.Sos., M.Si, dan Anis Kurli, S.I.K., M.Med.Kom ini tidak hanya menyasar santri putri, melainkan juga para wali atau orang tua santri dengan menggunakan media sosial.

Dr. Rillia Aisyah Haris, M.AP menyampaikan, ada beberapa permasalahan yang menyebabkan terjadinya perkawinan anak di lingkungan Pondok Pesantren Al Anwar. Yaitu santriwati sering bersama atau bertemu lawan jenis yang bukan muhrim, orang tua belum memahami dampak dari perkawinan anak sehingga cenderung memaksakan kehendak.

“Beberapa permasalah yang terjadi yaitu dari si santriwati sendiri yang sering bertemu dengan lawan jenis, dan pengetahuan wali santri terhadap dampak perkawinan anak. Sehingga yang kami berikan edukasi tidak hanya para santriwati, tapi juga para wali santri,” ungkapnya.

Ia juga manyampaikan, selain dua permasalahan tersebut, dua permasalahan lainnya yakni pertunangan yang dilakukan sejak para santriwati masih di Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar, dan sulitnya mencetak prestasi yang baik dalam kegiatan pembelajaran.

“Selain itu, pertunangan yang dilakukan sejak mereka masih MI atau SD juga menjadi permasalahan, sehingga berdampak pada prestasi yang sulit didapat karena para santriwati sudah tidak lagi fokus untuk belajar. Maka dari itu, kami mengajak santriwati untuk fokus belajar seperti di pelaran teknologi, ilmu agama, sains, matematika, dan bahasa inggris, dan lainya” tambahnya.

Berkenaan dengan yang disampaikan Rillia Aisyah Haris, Ida Syafriani, S.Sos., M.Si juga menyampaikan, untuk mengatasi permasalahan santriwati yang sering bertemu atau bersama lawan jenis, perlu diberikan edukasi berupa pengetahuan makna santri yang harus berpengang teguh terhadap Al-Quran, Hadist, Sunnah Rasul, Ijma’, dan memiliki pendirian pada nilai-nilai agama.

“Seorang santri, dalam hal ini santriwati, harus selalu ingat makna santri itu sendiri. Harus berpegang teguh terhadap Al-Quran, Hadist, Sunnah Rasulullah, Ijma’, dan harus mempunyai pendirian untuk menjalankan nilai-nilai agama,” ucapnya.

Ida Syafriani juga menyampaikan, dalam mengedukasi pengetahuan wali santriwati, pihaknya menggunakan media sosial Instagram dan TikTok yang berisikan dampak perkawinan anak sebelum usia matang yang akan berdampak pada timbulnya depresi berat, perceraian, KDRT, kesulitan ekonomi yang dapat membuat anak terlantar, dan muncul pekerja di bawah umur.

“Para wali santriwati juga perlu diberikan edukasi tentang dampak perkawinan anak yang usianya belum matang. Seringkali orang tua tidak memikirkan dampaknya seperti depresi, perceraian, KDRT, kesulitan ekonomi, anak terlantar, dan terjadi pekerja di bawah umur. Sehingga kami perlu mengedukasi hal itu menggunakan medsos,” tambahnya.

Dengan adanya kegiatan edukasi ini, diharapkan santriwati bisa lebih menjaga sikap dan tingkah laku baik di Pondok Pesantren maupun saat di rumah, serta para orang tua santriwati tidak asal mengambil kebijakan untuk menikahkan anaknya, sebagaimana yang disampaikan oleh Anis Kurli, S.I.K., M.Med.Kom.

“Kami mengharapkan dengan adanya edukasi ini, para santriwati Pondok Pesantren Al Anwar bisa menjaga sikap dan perilakunya baik di pondok atau pun ketika di rumah. Selain itu, juga diharapkan para orang tua tidak asal membuat keputusan untuk menikahkan anaknya di usia yang belum matang,” harapya. (13/11)

Penulis: Purnama Violita Putri

FISIP UNIJA Lakukan Edukasi Pencegahan Perkawinan Anak di Pondok Pesantren Al Anwar Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top