DEKAN FISIP UNIJA dan Tim PKM Gencarkan Kampanye Pencegahan Perkawinan Anak di MAN Sumenep Melalui Digital

Tim PKM FISIP UNIJA dan Siswa MAN Sumenep Foto bersama setelah kegiatan Seminar Pencegahan Pernikahan Dini, (10/09/2024)

Sumenep, 10 September 2024 – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wiraraja (UNIJA), Dr. Rillia Aisyah Haris. S.AP., M.AP. bersama Tim Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dengan semangat tinggi melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi bertajuk “Pencegahan Perkawinan Anak Menggunakan Media Digital” di MAN Sumenep. Acara ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh siswa MAN Sumenep.

Berjuang untuk Masa Depan Remaja yang Lebih Cerah

Dalam sambutannya yang berapi-api, Dr. Rillia Aisyah Haris. S.AP., M.AP menekankan pentingnya peran pendidikan dan informasi dalam mencegah perkawinan anak. “Perkawinan anak adalah masalah besar yang mengancam masa depan remaja kita. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang seharusnya mengejar pendidikan dan mengembangkan diri, bukan terjebak dalam pernikahan dini. Kami di FISIP UNIJA merasa bertanggung jawab untuk memberikan edukasi dan dukungan agar mereka dapat menghindari jalan tersebut,” tegas Dr. Rillia di hadapan para siswa dengan semangat yang membara.

Dekan FISIP UNIJA juga menjelaskan bahwa kampanye ini memanfaatkan media digital sebagai alat utama, mengingat pengaruh besar teknologi dalam kehidupan sehari-hari remaja. “Media digital bukan hanya untuk hiburan, tetapi bisa menjadi alat yang sangat powerful untuk edukasi. Kami ingin menginspirasi remaja agar menggunakan media ini untuk belajar, berkarya, dan membangun kesadaran diri tentang bahaya perkawinan anak,” tambahnya.

Konten Kreatif dan Digitalisasi Kampanye yang Dekat dengan Remaja

Tim PKM FISIP UNIJA menghadirkan berbagai konten edukatif yang dirancang dengan kreatif, mulai dari video pendek, infografis, hingga kampanye hashtag yang mendorong partisipasi siswa di media sosial. Konten-konten tersebut dipublikasikan melalui platform populer seperti Instagram, TikTok, dan YouTube dengan gaya yang menarik dan mudah dipahami oleh kalangan remaja.

“Kami ingin memberikan edukasi dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia mereka. Konten kami dirancang agar tidak hanya informatif tetapi juga menarik perhatian dan menggugah pemikiran remaja tentang pentingnya menunda pernikahan hingga mereka siap secara emosional dan finansial,” jelas Dr. Rillia Aisyah Haris. S.AP., M.AP. anggota tim PKM yang memimpin pengembangan konten digital.

Selama kegiatan, para siswa diajak berpartisipasi dalam berbagai aktivitas interaktif, termasuk diskusi, kuis, dan tantangan media sosial yang membuat kampanye ini semakin hidup dan relevan. Para siswa diberikan kesempatan untuk mengekspresikan pemikiran mereka melalui video pendek dan unggahan media sosial, menjadikan mereka bukan hanya penerima pesan, tetapi juga agen perubahan.

Dukungan Penuh dari MAN Sumenep dan Partisipasi Aktif Siswa

Kepala MAN Sumenep, Hairuddin, S.Pd., M.Pd. I., menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif UNIJA yang dinilai sangat tepat sasaran. “Kami sangat berterima kasih kepada FISIP UNIJA yang telah membawa kampanye ini ke sekolah kami. Melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan, siswa kami bisa belajar tentang bahaya perkawinan anak dengan cara yang tidak membosankan. Kami berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut untuk membangun kesadaran yang lebih luas,” ujar Hairuddin dengan semangat.

Para siswa juga merasakan manfaat dari kampanye ini. Nur Aisyah, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa program ini memberinya banyak wawasan baru. “Saya jadi sadar bahwa menikah di usia muda bisa merusak masa depan saya. Dengan belajar dari media digital, saya bisa mengubah cara pandang saya dan mulai berfokus pada pendidikan dan impian saya,” tuturnya dengan antusias.

Langkah Kecil Menuju Perubahan Besar

Kampanye ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi sebuah gerakan yang diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah dan komunitas di Sumenep dan sekitarnya. Tim PKM FISIP UNIJA berkomitmen untuk memperluas jangkauan program dan memperkaya konten digital yang dapat diakses oleh semua kalangan, terutama remaja yang rentan terhadap perkawinan anak.

“Kami percaya bahwa setiap langkah kecil bisa membawa perubahan besar. Melalui kolaborasi dan inovasi, kami yakin bisa membantu remaja Indonesia menemukan potensi terbaik mereka tanpa harus terburu-buru menikah. Ini adalah perjuangan kita bersama, dan kami akan terus bergerak untuk masa depan yang lebih cerah,” tutup Dr. Rillia Aisyah dengan penuh semangat.

Kampanye ini membuktikan bahwa dengan dedikasi, inovasi, dan semangat juang yang tinggi, pendidikan dapat menjadi benteng kuat dalam melawan perkawinan anak. FISIP UNIJA menunjukkan bahwa perubahan positif bisa dimulai dari mana saja, termasuk dari layar-layar kecil media digital.

DEKAN FISIP UNIJA dan Tim PKM Gencarkan Kampanye Pencegahan Perkawinan Anak di MAN Sumenep Melalui Digital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top